SEJARAH DESA GONGSENG

Konon di wilayah kerajaan majapahit yang dipimpin oleh seorang ratu bernama kencono wungu, terjadi peperangan antara prabu minakjinggo yang dikenal sakti melawan raden darmawulan yang dimenangkan oleh raden darmawulan dengan bukti penggalan kepala prabu minakjinggo. namun ditengah perjalanan raden darmawulan dihadang oleh layang seto dan layang kumitir dengan merampas penggalan kepala prabu minakjinggo untuk dibawa menghadap sang ratu kenconowungu, membuktikan dirinya yang berhasil membunuh prabu minakjinggo.

POTENSI KEUNGGULAN DESA GONGSENG

Desa Gongseng merupakan salah satu desa di Kecamatan Megaluh yang memiliki letak yang strategis secara geografis sebelah barat Desa Gongseng merupakan saluran pengairan Turi Lama Sungai Brantas yang mana sungai tersebut bermanfaat bagi masyarakat dan sangat potensial untuk kegiatan pertanian. Demikian juga dengan kondisi tanah yang sebagian relatif datar dan subur dapat menunjang produktivitas pertanian.

GAMBARAN UMUM DESA GONGSENG

Luas wilayah desa Gongseng keseluruhan adalah 335,145 Ha. Data luas tanah menurut jenis penggunaan dan pemanfaatan tanahnya, dapat dilihat dari tabel 1, dibawah ini : Tabel 1. Data Luas Tanah Menurut Jenis Penggunaan

Struktur Perangkat Desa

DESA : GONGSENG KECAMATAN : MEGALUH KABUPATEN : JOMBANG

KKN KELOMPOK 9

KKN UPN VETERAN JATIM KELOMPOK 9

Thursday, 7 February 2013

Sumber Daya Pertanian, Antara Peran Kendala dan Solusi


Macam-macam sumberdaya pertanian berikut berdasarkan literatur yang berbeda
1.Ada 4 macam sumberdaya pertanian yang utama yaitu:
  • Sumber daya lahan
  • Sumber daya air dan perairan umum
  • Sumber daya kelautan
  • Sumber daya hayati
2. Ada 5 macam sumber daya pertanian, antara lain:
  • Sumber daya alam dan lingkungan
  • Tenaga kerja
  • Modal
  • Manajemen
  • Teknologi
3. Ada 5 macam sumber daya pertanian,yaitu:
  • Lahan dan air
  • Sumber daya genetik
  • Tenaga Kerja
  • Modal
  • Teknologi
4. Ada 5 macam sumber daya pertanian,yaitu:
  • Lahan
  • Modal
  • Pasar
  • Teknologi
  • Informasi
Peran
  • Tanah, sebagai lahan pertanian untuk pangan
  • Tenaga Kerja, merupakan faktor produksi dimana sumber daya manusia yang dapat ditinjau dari feminim (tenaga kerja wanita dan pria),kualitas (terdidik, terampil,ahli,kasar), lapangan kerja (pertanian, perikanan, lain-lain)
  • Modal, merupakan sarana yang dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan barang lain.
  • Teknologi, membantu dalam aktivitas pertanian seperti pengolahan, penyiangan dan lain-lain untuk meninggkatkan produktivitas dengan untuk menghemat waktu dan tenaga.
  • Manajemen, mengatur jalanya produksi pertanian secara baik untuk kesejahteran petani
Kendala
  • Tanah, persediaan tanah dalam masyarakat jumlahnya terbatas akibat pertumbuhan penduduk tidak seimbang dengan ketersediaan tanah sehingga penngunaan lahan pertanian berkurang akibat pembangunan atau harganya sangat mahal walaupun harganya kadang-kadang naik-turun persediaan tanah tidak dapat ditambah,transformasi lahan pertanian produktif menjadi lahan kritis,lahan marginal, lahan tidur, fragmentasi lahan.
  • Tenaga Kerja,banyakanya petani yang masih bukan pekerja tetap akibat lahan yang minim serta pengetahuan yang rendah serta jumlah petani yang sedikit aibat upah yang kecil.
  • Modal, petani kecil relatif lebih memiliki akses terhadap lembaga perkreditan informal yang menawarkan modal riil karena mudah dijangkau.
  • Teknologi, minimnya teknologi dan belum tersosialisai secara sempurna dalam hal pengetahuan dan penggunaan teknologi tersebut.
  • Manajemen, kurangnya pengetahuan petani dalam memanajemen.
Solusi
  • Tanah, memfungsikan kembali lahan tidur dan mengendalikan alih fungsi lahan pertanian dan serta status kepemilikan lahan yang jelas.
  • Tenaga Kerja, petani harus memiliki ilmu pengetahuan yang cukup agar dapat diperkerjakan secara tetap dan imbasnya gaji juga cukup karena kualitas yang dimiliki.
  • Modal, menyediakan akses terhadap perkreditan formal karena memberi patokan harga yang ditentukan lembaga formal pada pasar persaingan sempurna.
  • Teknologi, mensosilisasikan canggihnya teknologi dalam membantu meningkatkan produksi.
  • Manajemen, memberi pengarahan betapa pentingnya petani sebagai pelaku manajemen untuk meningkatkan keejahteraan.

Pengertian Sumber Daya Alam

Sumber daya alam (biasa disingkat SDA) adalah segala sesuatu yang muncul secara alami yang dapat digunakan untuk pemenuhan kebutuhan manusia pada umumnya.[1] Yang tergolong di dalamnya tidak hanya komponen biotik, seperti hewan, tumbuhan, dan mikroorganisme, tetapi juga komponen abiotik, seperti minyak bumi, gas alam, berbagai jenis logam, air, dan tanah.[1][2] Inovasi teknologi, kemajuan peradaban dan populasi manusia, serta revolusi industri telah membawa manusia pada era eksploitasi sumber daya alam sehingga persediaannya terus berkurang secara signifikan, terutama pada satu abad belakangan ini.[2] Sumber daya alam mutlak diperlukan untuk menunjang kebutuhan manusia, tetapi sayangnya keberadaannya tidak tersebar merata dan beberapa negara seperti Indonesia, Brazil, Kongo, Sierra Leone, Maroko, dan berbagai negara di Timur Tengah memiliki kekayaan alam hayati atau nonhayati yang sangat berlimpah.[3][4][5][6] Sebagai contoh, negara di kawasan Timur Tengah memiliki persediaan gas alam sebesar sepertiga dari yang ada di dunia dan Maroko sendiri memiliki persediaan senyawa fosfat sebesar setengah dari yang ada di bumi[5]. Akan tetapi, kekayaan sumber daya alam ini seringkali tidak sejalan dengan perkembangan ekonomi di negara-negara tersebut.

sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Sumber_daya_alam

Tuesday, 5 February 2013

Profil Kepala Desa Periode 2007 - 2013




 Nama : Suparno
Tempat Tanggal Lahir : Jombang, 12 September 1965
Alamat : RT. 02 RW. 04 Desa Gongseng
Pendidikan :
-          SDN GONGSENG 1
-          SMP Petra Jombang
-          SMAN Ngoro Jombang
Masa Jabatan : 2007 -  2013


Nama Istri : Sri Jayati
Jumlah anak : 2
Nama anak :
1.      Gede Eko Darmono kuliah di UNIBRA, Kedokteran Hewan
2.      Tegar Agung Dwi Laksono sekolah di SDN Gongseng 1

Foto Kegiatan















STRUKTUR PEMERINTAHAN DESA



DESA : GONGSENG
KECAMATAN : MEGALUH
KABUPATEN : JOMBANG

       BADAN PERMUSYAWARATAN DESA : SURYADI

  • KEPALA DESA : SUPARNO
  • SEKRETARIS DESA :DIDIK WIYANTO
  • KAUR UMUM : GATOT PURWAJI
  • KAUR PEMERINTAHAN :  -
  • KAUR PEMBANGUNAN : M. SYAFI’I
  • KAUR KEUANGAN :YUDI HARMANU
  • KAUR KESRA : MUNASIKIN
  • KASUN GONGSENG I : M. MUSTOFA
  • KASUN GONGSENG II : SRI SUGIANTI
  • KASUN KRANDEKAN : SYAMSUDIN Z.
  • KASUN GARUREJO : INDAH KURNIATI



Monday, 4 February 2013

SEJARAH DESA GONGSENG


         
         Konon di wilayah kerajaan majapahit yang dipimpin oleh seorang ratu bernama kencono wungu, terjadi peperangan antara prabu minakjinggo yang dikenal sakti melawan raden darmawulan yang dimenangkan oleh raden darmawulan dengan bukti penggalan kepala prabu minakjinggo. namun ditengah perjalanan raden darmawulan dihadang oleh layang seto dan layang kumitir dengan merampas penggalan kepala prabu minakjinggo untuk dibawa menghadap sang ratu kenconowungu, membuktikan dirinya yang berhasil membunuh prabu minakjinggo.
            Dari hasil pembuktian tadi sang ratu kenconowungu kurang percaya pada mereka berdua dan bertepatan dengan itu datang raden darmawulan melaporkan bahwa dirinya yang dapat membunuh prabu minakjinggo. Hal ini dibenarkan pula oleh pengikutnya dan dua orang putri boyongan dari blambangan yaitu waito dan puyengan.
            Untuk membenarkan hal itu ratu kenconowungu membuat keputusan bahwa mereka diadu, siapa yang menang dialah yang dapat membunuh prabu minakjinggo. Ternyata layang seto dan layang kumitir kalah dan melarikan diri kearah barat menyusuri hutan belantara. Dalam perjalanan mereka berdua mengalami kelelahan dan kepayahan (dalam bahasa jawa “ngos-ngosan”). Sehingga mereka berkata besok manakala ada ramainya jaman, tempat ini diberi nama NGONGSENG.  Asal mula dari kata “ngos-ngosan” tadi. Dan sekarang disebut GONGSENG.

POTENSI KEUNGGULAN DESA



Desa Gongseng merupakan salah satu desa di Kecamatan Megaluh yang memiliki letak yang strategis secara geografis sebelah barat Desa Gongseng merupakan saluran pengairan Turi Lama Sungai Brantas yang mana sungai tersebut bermanfaat bagi masyarakat dan sangat potensial untuk kegiatan pertanian. Demikian juga dengan kondisi tanah yang sebagian relatif datar dan subur dapat menunjang produktivitas pertanian.
Desa Gongseng sendiri merupakan Desa yang potensi unggulannya di bidang pertanian. Adapun tanaman unggulannya adalah semangka dan garbis dismaping tanaman pokok padi. Selain itu di Desa Gongseng juga berkembang beberapa industri kecil dan menengah seperti industri pembuatan tas atau dompet, pembuatan gypsum dan perusahaan konveksi,percetakan dan sablon.

GAMBARAN UMUM DESA GONGSENG



LUAS WILAYAH GONGSENG
            Luas wilayah desa Gongseng keseluruhan adalah 335,145 Ha. Data luas tanah menurut jenis penggunaan dan pemanfaatan tanahnya, dapat dilihat dari tabel 1, dibawah ini :
Tabel 1. Data Luas Tanah Menurut Jenis Penggunaan
No.
Jenis Penggunaan Tanah
Luas (Ha)
1.
Tanah Sawah
170
2.
Tanah Tegal
120
3.
Tanah Pemukiman
34,995
4.
Tanah Makam
2
5.
Tanah Lapangan
1,5
6.
Jalan dan Saluran
6,650

Semua wilayah desa Gongseng adalah berupa dataran. Dataran rendah yaitu 32 Meter diatas permukaan laut. Letak desa Gongseng juga sangat strategis karena berada di tepi saluran pengairan Turi Lama Sungai Brantas, sehingga sangat potensial untuk pengembangan usaha pertanian.

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More