Konon di wilayah kerajaan majapahit yang dipimpin oleh seorang ratu bernama kencono wungu, terjadi peperangan antara prabu minakjinggo yang dikenal sakti melawan raden darmawulan yang dimenangkan oleh raden darmawulan dengan bukti penggalan kepala prabu minakjinggo. namun ditengah perjalanan raden darmawulan dihadang oleh layang seto dan layang kumitir dengan merampas penggalan kepala prabu minakjinggo untuk dibawa menghadap sang ratu kenconowungu, membuktikan dirinya yang berhasil membunuh prabu minakjinggo.
Dari hasil pembuktian tadi sang ratu
kenconowungu kurang percaya pada mereka berdua dan bertepatan dengan itu datang
raden darmawulan melaporkan bahwa dirinya yang dapat membunuh prabu
minakjinggo. Hal ini dibenarkan pula oleh pengikutnya dan dua orang putri
boyongan dari blambangan yaitu waito dan puyengan.
Untuk membenarkan hal itu ratu
kenconowungu membuat keputusan bahwa mereka diadu, siapa yang menang dialah
yang dapat membunuh prabu minakjinggo. Ternyata layang seto dan layang kumitir
kalah dan melarikan diri kearah barat menyusuri hutan belantara. Dalam perjalanan
mereka berdua mengalami kelelahan dan kepayahan (dalam bahasa jawa “ngos-ngosan”).
Sehingga mereka berkata besok manakala ada ramainya jaman, tempat ini diberi
nama NGONGSENG. Asal mula dari kata “ngos-ngosan”
tadi. Dan sekarang disebut GONGSENG.







0 comments:
Post a Comment